Mengenal Komponen Dasar Elektronika

Mengenal Komponen Dasar Elektronika – Pengetahuan dasar bagi Anda yang ingin mengembangkan bakat dan hobby dalam dunia elektronika adalah dengan mengenal komponen-komponen elektronika.  Ada beberapa komponen dasar elektronika yang wajib dan harus Anda kenal serta pahami. Sebab tanpa Anda mengetahui komponen-komponen elektronika ini mustahil Anda bisa merancang, merakit maupun mereparasi benda-benda elektronika.

Pengertian Komponen Dasar Elektronika

Komponen dasar elektronika adalah alat atau barang yang menjadi bagian kecil dan mendasar (penting) yang mendukung terbentuknya sebuah sistem elektronika dalam sebuah rangkaian elektronika.   Komponen dasar elektronika ini nyaris selalu ada dan digunakan pada hampir setiap desain rangkaian.

Komponen Dasar ElektronikaJenis Komponen Dasar Elektronika

Pada prinsipnya, komponen dasar elektronika dibagi menjadi dua bagian, yakni komponen pasif dan komponen aktif.
1. Komponen Pasif
Komponen pasif adalah komponen dasar elektronika yang dalam pengoperasiannya tidak memerlukan sumber tegangan atau sumber arus tersendiri.
Adapun yang termasuk komponen pasif antara lain :
1.1.RESISTOR
Resistor  adalah  suatu  komponen  elektronika  yang  fungsinya  untuk  menghambat  arus listrik.
Resistor dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
1.1.1. Resistor Tetap
Resistor tetap adalah resistor yang memiliki nilai hambatan yang tetap. Resistor memiliki batas kemampuan daya misalnya : 1/16 watt, 1/8 watt, ¼ watt, ½ watt dsb.
1.1.2.  Resistor yang Tidak Tetap (Variabel)
Ialah  resistor  yang  nilai  hambatannya  atau  resistansinya  dapat  diubah-ubah. Jenisnya antara lain : hambatan geser, trimpot dan potensiometer. Yang banyak digunakan ialah trimpot dan potensimeter.
1.2.KAPASITOR
Kapasitor adalah suatu komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan  listrik  atau  energi  listrik.  Kemampuan  untuk  menyimpan  muatan  listrik  pada kapasitor disebut dengan kapasitansi atau kapasitas. Seperti halnya hambatan, kapasitor dapat dibagi menjadi :
1.2.1. Kapasitor Tetap
Kapasitor tetap merupakan kapasitor yang mempunyai nilai kapasitas yang tetap. Kapasitor dapat dibedakan dari bahan yang digunakan sebagai lapisan diantara lempeng-lempeng logam yang disebut dielektrikum. Dielektrikum  tersebut  dapat  berupa  keramik,  mika,  mylar,  kertas,  polyester ataupun film. Pada umumnya kapasitor yanng terbuat dari bahan di atas nilainya kurang dari 1 mikrofarad (1µF).
1.2.2. Kapasitor Tidak Tetap
Kapasitor  tidak  tetap  adalah  kapasitor  yang  memiliki  nilai  kapasitansi  atau kapasitas yang dapat diubah-ubah. Kapasitor ini terdiri dari :
a. Kapasitor Trimer
Kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat diubah-ubah dengan cara memutar porosnya dengan obeng.
b. Variabel Capasitor (Varco)
Kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat diubah-ubah dengan memutar poros yang tersedia. (bentuk menyerupai potensiometer).
1.3.DIODA (PN Junction)
Dioda merupakan suatu semikonduktor yang hanya dapat menghantar arus listrik dan tegangan pada satu arah saja. Bahan pokok untuk pembuatan dioda adalah Germanium (Ge) dan Silikon/Silsilum (Si).
Dioda terdiri dari :
1.3.1. Dioda Kontak Titik
Dioda  ini  dipergunakan  untuk  mengubah  frekuensi  tinggi  menjadi  frekuensi rendah. Contoh tipe dari dioda ini misalnya; OA 70, OA 90 dan 1N 60.
1.3.2. Dioda Hubungan
Dioda ini dapat mengalirkan arus atau tegangan yang besar hanya satu arah. Dioda ini biasa digunakan untuk menyearahkan arus dan tegangan. Dioda ini memiliki tegangan maksimal dan arus maksimal, misalnya Dioda tipe
1N4001 ada 2 jenis yaitu yang berkapasitas 1A/50V dan 1A/100V.
1.3.3. Dioda Zener
Dioda Zener adalah dioda yang bekerja pada daerah breakdown atau pada daerah kerja reverse bias. Dioda ini banyak digunakan untuk pembatas tegangan.Tipe dari dioda zener dibedakan oleh tegangan pembatasnya. Misalnya 12 V, ini
berarti dioda  zener dapat membatasi tegangan yang lebih besar dari 12V atau menjadi 12V.
1.3.4. Dioda Pemancar Cahaya (LED)
LED adalah kepanjangan dari  Light Emitting Diode (Dioda Pemancar Cahaya). Dioda ini akan mengeluarkan cahaya bila diberi tegangan sebesar 1,8 V dengan arus  1,5  mA.  LED  banyak  digunakan  sebagai  lampu  indikator  dan  peraga
(display).
1.4.TRANSFORMATOR
Transformator disingkat dengan  Trafo. Trafo terdiri dari dua buah lilitan yaitu lilitan primer dan lilitan skunder. Trafo bekerja berdasarkan sistem perubahan gaya medan listrik, yang dapat digunakan untuk menaikan atau menurunkan tegangan listrik AC.
1.5.RELAY
Relay adalah saklar (switch) elektrik yang bekerja berdasarkan medan magnet. Relay terdiri dari suatu lilitan dan switch mekanik. Switch mekanik akan bergerak jika ada arus listrik yang mengalir melalui lilitan.
Susunan kontak pada relay adalah:
Normally Open : Relay akan menutup bila dialiri arus listrik.
Normally Close : Relay akan membuka bila dialiri arus listrik.
Changeover  : Relay  ini  memiliki  kontak  tengah  yang  akan  melepaskan  diri  dan membuat kontak lainnya berhubungan.
2. KOMPONEN AKTIF
Komponen  aktif  adalah  komponen dasar elektronika  yang  dalam  pengoperasiannya  memerlukan sumber arus atau sumber tegangan tersendiri.
Yang termasuk komponen aktif antara lain :
2.1. Transistor
Transistor memiliki dua jenis yaitu: Transistor Bipolar dan Transistor Unipolar. Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki dua persambungan kutub. Transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki satu buah persambungan kutub. Transistor biasa terdiri dari 3 buah kaki yang masing-masing diberi nama: emitor, basis dan kolektor.
2.2.THYRISTOR
Thyristor disebut juga dengan SCR ( Silicon Controlled Rectifier) dan banyak digunakan sebagai saklar elektronik. Thyristor ini akan bekerja atau menghantar arus listrik dari anoda ke katoda jika pada kaki gate diberi arus kearah katoda, karenanya kaki gate harus diberi tegangan positif terhadap katoda.
2.3.TRANDUCER
Tranducer adalah  pengoperasian kerja suatu rangkaian yang lebih mudah diukur atau dikendalikan oleh besaran listrik, yaitu tegangan dan arus dimana terjadi perubahan dari suatu besaran ke besaran lainnya.
Adapun komponen elektronika yang termasuk ke dalam tranducer ialah LDR (Light Dependent Resistance), NTC (Negative Temperature Coeffisient), dan PTC (Positive Temperature Coeffisient).

Dengan mengenal komponen dasar elektronika berarti Anda telah mempunyai dasar (fondasi) yang kuat dalam mempelajari dan menekuni dunia elektronika yang tak lepas dari pemakaian/penggunaan komponen-komponen elektronika tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>