Rangkaian Pengingat Lampu Nyala Dan Cara Membuatnya

Rangkaian pengingat lampu nyala merupakan rangkaian elektronika yang cukup sederhana berguna untuk mengingatkan bahwa Anda telah menyalakan lampu/bohlam. Jika Anda lupa untuk mematikan lampu setelah meninggalkan ruangan atau kamar yang jarang digunakan (seperti loteng, gudang, lumbung), ada kemungkinan kuat bahwa lampu atau bohlam (neon) itu bisa tetap menyala selama berbulan-bulan.  Bila hal ini terjadi tentu tanpa Anda sadari tagihan listrik Anda akan bertambah/naik padahal Anda sebisa mungkin sudah berusaha untuk menghematnya. Bagaimana kita dapat mencegah pemborosan ini?

Rangkaian Pengingat Lampu Nyala

Untuk mencegah pemborosan energi listrik karena lupa mematikan kembali lampu pada sebuah ruangan/kamar yang jarang digunakan ini tidak sulit untuk penggemar elektronik.  Anda bisa merancang sebuah rangkaian kecil untuk mengurangi dampak pelupa. Gagasan ini sederhana, jika cahaya yang tersisa pada saat pintu ditutup, bel sinyal berirama menghasilkan alarm yang mudah-mudahan suaranya tidak akan tertutupi oleh kebisingan lainnya sehingga bisa Anda dengar.

Nah, di bawah ini kami lampirkan gambar skema rangkaian pengingat lampu nyala untuk Anda pelajari sehingga Anda bisa membuatnya sendiri.

Rangkaian Pengingat Lampu NyalaDaftar Komponen :
R1 = 2K2
R2 = 220 Ohm
C1 = 220nF
D1 = 1N4007
D2 = LED merah
BZ = Buzzer
S1 = Saklar
S2 = Saklar Buluh

Prinsip Kerja Rangkaian Pengingat Lampu Nyala

Rangkaian pengingat lampu nyala ini didukung selama bola lampu (bohlam/neon) dihidupkan oleh S1 saklar lampu. Jika saklar buluh S2 bekerja maka sinyal yang menetas telah ditutup, sounder beroperasi. LED merah dipasang di luar loteng sebelah pintu masuk untuk menunjukkan bahwa lampu di sana perlu dimatikan. Rangkaian pengingat lampu nyala tidak menggunakan sebuah transformator yang berarti bahwa seluruh rangkaian berada pada potensial listrik. Untuk alasan ini komponen harus ditempatkan di dalam wadah plastik terisolasi untuk perlindungan. Dengan demikian orang tidak dapat menyentuh setiap bagian dari rangkaian.

Koneksi kabel ke LED dan kontak saklar buluh harus sepenuhnya dilindungi dengan derajat bukti sentuhan yang juga sama. Untuk sounder (alat yang membunyikan sesuatu) Anda dapat menggunakan jenis yang beroperasi pada arus searah di wilayah antara 1 V dan 3 V. Dalam rangkaian pengingat lampu nyala ini tegangan operasi dibatasi oleh LED yang terhubung secara paralel untuk bel. Menggunakan sebuah LED merah akan menyediakan sekitar 1,7 V untuk sounder. Kebutuhan arus dari jenis miniatur sounder adalah sekitar 5 mA.

Elektronika Dasar Dalam Hubungannya Dengan Ilmu Elektronika

Elektronika Dasar Elektronika Dasar adalah bagian dari ilmu elektronika yang mempelajari dasar-dasar komponen, rangkaian, tegangan, karakteristik, dan prinsip kerjanya yang harus terlebih dahulu dipahami dalam merancang dan merakit sebuah peralatan elektronika. Sedangkan ilmu elektronika sendiri menurut Wikipedia adalah ilmu yang mempelajari alat listrik arus lemah yang dioperasikan dengan cara mengontrol aliran elektron atau partikel bermuatan listrik dalam suatu alat seperti komputer, peralatan elektronik, termokopel, semikonduktor, dan lain sebagainya.

Pentingnya Elektronika Dasar Dalam Dunia Elektronika

Dengan demikian jika Anda ingin piawai di bidang elektronika, Anda harus memahami terlebih dahulu mengenai elektronika dasar.  Hal-hal yang dipelajari dalam elektronika dasar diantaranya mengenai komponen-komponen dasar elektronika, sifat, karakteristik dan fungsi komponen dasar, cara mengetahui dan mengukur nilai komponen, cara membaca/memahami gambar skema rangkaian elektronika dan masih banyak lagi.

Jadi, mustahil seseoranng mahir dalam teknik elektro jika tidak memahami elektronika dasarnya sebab elektronika dasar merupakan landasan atau bekal dasar untuk mendalami ilmu elektronika lebih lanjut.  Maka dari itu elektronika dasar sangat penting konteksnya dengan ilmu elektronika.

Semua perangkat elektronika terdiri dari komponen-komponen dasar maupun bentuk terintegrasi dari komponen-komponen tersebut (IC).  Semuanya dirangkai menjadi suatu rangkaian elektronika yang mempunyai fungsi tertentu. Dari komponen dasar saja bisa dibuat menjadi beraneka rangkaian elektronik. Misalnya sirene atau alarm, bel rumah, lampu hias, amplifier, pemancar radio, dan masih banyak lagi.

Elektronika Dasar dan Komponen Dasar

Dalam elektronika dasar memahami komponen-komponen elektronika dalah hal yang sangat esensial. Secara garis besar, komponen elektronika dibagi menjadi dua, yakni komponen pasif dan komponen aktif:
1. Komponen Pasif
Komponen   pasif   merupakan   komponen   yang   dapat   bekerja   tanpa   sumber tegangan.   Komponen   pasif   terdiri   dari  Hambatan  atau   tahanan,  kapasitor  atau kondensator, induktoratau kumparan dan transformator.
2. Komponen Aktif
Komponen   aktif   merupakan   komponen   yang   tidak   dapat   bekerja   tanpa adanyasumber tegangan. Komponen aktif terdiridaridiodadan transistor.

Pada  pembuatan  rangkaian  elektronika  diperlukan  peralatan  (seperti   Obeng,  tang,  bor dan   sebagainya)   dan   juga   papan   sirkuit   yang   digunakan   untuk   tempat   menempelnya komponen elektronika (seperti PCB, wishboard, dan sebagainya).

Alhasil, dengan memahami elektronika dasar yang benar Anda menjadi memiliki bekal dasar dalam menekuni dan menggeluti dunia elektronika secara total.

Rangkaian Pengukur Suhu Ganda, Prinsip Kerja dan Cara Membuatnya

Rangkaian pengukur suhu ganda adalah rangkaian elektronika sederhana yang memungkinkan untuk mengukur suhu di dua lokasi yang berbeda pada waktu yang bersamaan.  Pengukur suhu ini dibangun dengan sangat sedikit komponen berkat penggunaan mikrokontroler PIC 6f628 dan display LCD  2×16 karakter. Rangkaian pengukur suhu ganda ini seperti sebuah komputer kecil yang dapat disesuaikan dengan upgrade firmware hex-nya.

Rangkaian Pengukur Suhu Ganda

Rangkaian pengukur suhu ganda menggunakan dua sensor suhu digital  DS18S20 yang sangat menarik. Tidak seperti sensor reguler di mana pembacaan suhu yang lewat sebagai tegangan yang bervariasi. DS18S20 memberi informasi suhu dalam format digital sebagai data. Hal ini membawa banyak kemungkinan baru dan memungkinkan untuk menyampaikan informasi suhu jauh lebih lama hanya melalui kabel kawat ganda. Dengan kemampuan dapat mengukur suhu di lokasi yang berbeda pada saat yang sama jauh dari papan sirkuit utama. Sensor suhu biasa mengandalkan kabel tegangan harus sesingkat mungkin karena kawat panjang menyebabkan resistensi nyasar dan membawa pembacaan yang tak dapat dipercaya.

Di bawah ini tersaji gambar skema Rangkaian Pengukur Suhu Ganda

Rangkaian Pengukur Suhu Ganda

Gambar Skema Rangkaian Pengukur Suhu Ganda

Daftar Komponen :
1x 2×16 LCD with Backlight
1x 16×1 LCD Female Header Connector
1x 16×1 LCD Male Header Connector
1x PIC16F628
2x DS18S20
1x 100nF Kapacitor
1x 10K Pot (LCD kontras)
1x 10K Resistor
2x 1K Resistor
1x 10 Resistor
1x LM7805 Voltage Regulator
1x Tactile Switch (Display Mode)
1x 2-PIN Male Header Connector
1x 4-PIN Male Header Connector

Fitur bagus lainnya dari sensor DS18S20 adalah bahwa hal itu tidak memerlukan kalibrasi sama sekali dan memberikan akurasi 100%. Itu berarti bahwa Anda hanya memasang dan tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengkalibrasi pembacaan suhu. Ini semua berkat sifat pengiriman informasi dalam format digital. Bahkan DS18S20 adalah seperti sebuah komputer yang terhubung ke jaringan yang memiliki nomor seri pengenal yang unik yang mirip dengan alamat IP. Beberapa sensor DS18S20 dapat mengirimkan informasi secara bersamaan, bahkan melalui dua kabel kawat bus yang sama. Dua kawat menyediakan 3 – 5V pasokan tegangan ke sensor dan mereka juga digunakan untuk melewatkan data dalam dua arah yang berbeda. Jika kabel yang sangat panjang sehingga tegangan pada sensor DS18S20 turun di bawah 3V eksternal 5V pasokan tegangan dapat digunakan dengan resistor 1K untuk menyalakan sensor.

Prinsip Kerja Rangkaian Pengukur Suhu Ganda

Setelah PIC mikrokontroler menerima informasi suhu kemudian mengkonversi menjadi  nilai Celcius dan Fahrenheit sehingga nilai atau besarnya suhu tersebut dapat ditampilkan pada layar LCD. Rangkaian pengukur suhu ganda mampu mengukur suhu dari -55°C sampai 125°C ( -67 sampai 257°F Fahrenheit ) dengan akurasi 0,5°C / 1°F. Jika Anda hanya perlu untuk mengukur suhu dalam satu lokasi sehingga Anda mungkin hanya menggunakan satu sensor DS18S20 dan mikrokontroler PIC16f628 akan menggunakan hanya satu sensor.

Rangkaian Transmitter FM Stereo Hi-Fi

Rangkaian Transmitter FM Stereo Hi-Fi merupakan rangkaian elektronika berupa pemancar atau transmitter radio FM dengan kualitas suara Hi-Fi. Apakah Anda ingin membuat stasiun radio sendiri, mengirimkan musik di sekitar rumah, atau hanya membuat link nirkabel antara iPod Anda dan penerima dalam mobil Anda? Pemancar ini akan membuat Anda melakukan hal-hal mudah. Dengan pemancar BA1404 Stereo Hi-Fi Anda akan dapat mengirimkan musik MP3 dari iPod, komputer, discman, walkman, penerima TV / SAT penerima, dan banyak sumber audio lainnya.

Rangkaian Transmitter FM Stereo Hi-Fi

Salah satu kualitas pemancar BA1404 FM adalah stabilitas frekuensi yang sangat baik. Hal ini terutama disebabkan oleh penggunaan lilitan kumparan variabel 3.5 kualitas tinggi.  RF kumparan merdu yang ideal untuk tuning frekuensi yang tepat karena kawat magnet  setengah tertanam dalam plastik yang meminimalkan drift frekuensi. Kumparan udara biasa tidak disukai untuk penyiaran profesional karena kumparan mengembang dan kontrak dengan perubahan suhu. Itulah alasan yang sangat mendasar mengapa variabel koil dipilih sebagai pengganti untuk kumparan udara dan variabel kapasitor .

Di bawah ini bisa Anda lihat dan pelajari gambar skema Rangkaian Transmitter FM Stereo Hi-Fi :

Gambar Skema Rangkaian Transmitter FM Stereo Hi-FiDaftar Komponen :
IC = BA1404
X-tal = 38KHz
L1 = 3.5 lilitan Koil/kumparan variabel
1x DIP-18 = Soket IC
1x 3.5T = Variable Precision RF Coil
1x 10uH = Induktor
4x 10uF/50V = Elko
4x 1nF = Kapasitor keramik
2x 1nF = Kapasitor mylar
1x 220pF = Kapasitor keramik
5x 10pF = Kapasitor keramik
2x 47K 1% = Resistor Metal Film
2x 27K 1% = Resistor Metal Film
1x 150K 1% = Resistor Metal Film
1x 5.6K 1% = Resistor Metal Film
1x 270 1% = Resistor Metal Film

Kualitas lain dari rangkaian transmitter FM stereo Hi-Fi ini adalah peningkatan suara stereo yang jernih dan pemisahan suara. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kualitas suaranya baik. Alasan pertama adalah penggunaan kristal 38 KHz yang menyediakan frekuensi padat untuk encoder stereo. Alasan lain adalah penggunaan dua kapasitor 1nF decoupling satu untuk chip BA1404 dan satu lagi untuk variabel koil 3.5. Kapasitor ini harus sedekat mungkin ke chip BA1404 dan kumparan variabel karena ini akan sangat meningkatkan kualitas suara, pemisahan suara dan bahkan stabilitas frekuensi juga. Apa yang mereka lakukan adalah menyaring kebisingan di tegangan DC yang masuk. Rangkaian transmitter FM stereo Hi-Fi dapat bekerja dari baterai sel tunggal 1.5V dan memberikan suara stereo yang sangat jernih. Hal ini juga bisa dipasok dari dua 1.5V baterai sel untuk memberikan jangkauan maksimum.

Rangkaian Amplifier OTL 30 Watt Dan Cara Membuatnya

Rangkaian Amplifier OTL 30 Watt merupakan rangkaian elektronika berupa penguat nada untuk memberikan amplikasi sehingga diperoleh besaran suara seperti yang diinginkan.  Pada umumnya sinyal suara itu masih lemah sehingga perlu diperbesar dengan amplifier.  Amplifier pun ada bermacam-macam jenis dan kelas, ada OCL, OTL, kelas A, B dan C.  Namun pada kesempatan kali ini kami ingin memperkenalkan amplifier jenis OTL yang tidak kalah handalnya dengan rangkaian amplifier OCL.

Membuat Rangkaian Amplifier OTL 30 Watt

Proyek kita kali ini merupakan hal yang relatif mudah untuk membangun amplifier OTL 30 Watt. Orang yang suka mendengarkan musik dengan nyaman akan menemukan rangkaian ini sebagai proyek yang menarik. Anda dapat membuat power amplifier sendiri dengan disipasi daya 20 Watt pada 8Ω dan beban 30 Watt pada 4Ω . Proyek ini berbiaya rendah dan mudah untuk merakitnya tanpa banyak penyesuaian yang dibutuhkan.  Untuk lebih jelasnya, silakan Anda lihat dan pelajarai gambar skema Rangkaian Amplifier OTL 30 Watt di bawah ini.

Gambar Skema Rangkaian Amplifier OTL 30 WattDaftar Komponen :
R1,R2,R3 = 56K 1/4W Resistor
R4 = 3.3K 1/4W Resistor
R5 = 30K 1/4W Resistor
R6, R7 = 1.5 ohm 1/2W Resistor
R8 = 1 ohm 1/2W Resistor
C1,C3,C6,C7 = 0.22uF 63V Kapasitor Polyster
C2 = 47uF 25V Kapasitor Elektrolitik
C4 = 10uF 25V Kapasitor Elektrolitik
C5,C8 = 2,200uF 50V Kapasitor Elektrolitik
D1 – D2  = 1N4001 atau 1N4002
Q1 = Transistor 2SA671 atau TIP42 atau TIP32 atau BD908
Q2 = Transistor 2SC1061 atau TIP41 atau TIP31 atau BD907
IC1 = TDA2030

Prinsip Kerja Rangkaian Amplifier OTL 30 Watt

Seperti terlihat pada gambar, rangkaian amplifier OTL 30 Watt ini terhubung dari satu IC (TDA2030) dan dua transistor (TIP41, TIP42 atau 2SC1061, 2SA761 atau BD908, BD907) untuk membantu memperpanjang sinyal .

Bila daya dipasok dan sinyal suara memasuki sirkuit, kapasitor C1 akan memblokir sinyal DC sehingga sinyal suara berada pada Pin 1 dari IC1. Rangkaian menggunakan catu daya tunggal daya yang memiliki dua terminal, positif dan negatif ( ground ) yang terhubung dengan dua resistor R1 = – 56kΩ, R2 = 56kΩ dan kapasitor C2 = 47uF membagi tegangan dengan setengah dan mengakibatkan R3 = 56kΩ yang kemudian sesuai dengan input 1 pada IC1. Rangkaian amplifier OTL 30 Watt ini ditetapkan sebagai penguat bukan pembalik di mana gain dari IC1 ditetapkan sebesar 14 kali lebih tinggi dari nilai asli .

Output dari sinyal suara diperkuat untuk pin 4 dari IC1 untuk meningkatkan Q1 ( TIP41 ) dilaksanakan oleh R6 , sementara Q2 ( TIP42 ) dilaksanakan oleh R7. Ketika arus melewati R6 dan R7, dan drop tegangan melebihi 0.6V yang merupakan tegangan bias, Q1 dan Q2 kemudian mulai bekerja .

Sinyal suara diperkuat dari Q1 dan Q2 kemudian akan dikirimkan ke output loudspeaker keluaran melalui C8 = 2200uF . Rangkaian amplifier OTL 30 Watt ini dilindungi dari kehilangan frekuensi tinggi dengan R8 dan C7 . Dioda D1 dan D2 mencegah umpan balik tegangan dari speaker dan menghindari gangguan dengan IC1, Q1 dan Q2 . Menghilangkan dioda ini bisa mengakibatkan kerusakan di sirkuit . Kapasitor, C7 dan C8 adalah filter yang digunakan untuk kelancaran daya yang disediakan di rangkaian amplifier OTL 30 Watt .

Rangkaian Elektronika LED Dan Aplikasi Penggunaannya

Rangkaian elektronika LED adalah rangkaian elektronika yang menggunakan LED sebagai komponen utama rangkaian.  LED atau Light Emiting Diode (Dioda Pemancar Cahaya) adalah salah satu jenis dioda yang berbahan semikonduktor.  LED  dibuat  dari  berbagai  bahan  semikonduktor  campuran  seperti  galium arsenida  fosfida  (GaAsP),  galium  fosfida  (GaP)  dan  galium  aluminium arsenida (GaAlAs). Kalau  LED  diberi  tegangan  panjar  (bias)  arah  maju,  junctionnya  akan mengeluarkan  cahaya.  Warna  cahaya  bergantung  kepada  jenis  dan  kadar bahan  junctionnya.

Rangkaian Elektronika LEDKini rangkaian elektronika LED banyak dipakai sebagai penerangan pengganti lampu pijar dan lampu neon.  Selain karena lebih awet, daya yang dibutuhkan LED jauh lebih kecil sehingga dapat menghemat penggunaan energi listrik dibandingkan lampu pijar/lampu neon yang membutuhkan daya cukup besar.

LED mempunyai kecenderungan polarisari yang mempunyai kutub positif dan negatif sehingga untuk menyalakan rangkaian elektronika LED harus diberi arus maju (forward). Jika LED diberi arus terbalik (reverse) maka chip di dalam LED tidak akan mengeluarkan emisi cahaya bahkan jika tegangan sumber terlalu besar dapat menyebabkan LED tersebut rusak. Bukan hanya itu, meskipun LED diberi arus maju tetapi kalau arusnya terlalu besar, maka LED pun akan rusak. Oleh karena itu kita sangat memerlukan resistor sebagai tahanan yang berfungsi sebagai pembatas arus.

Batas Kemampuan Rangkaian Elektronika LED

LED mempunyai batas kemampuan arus maupun tegangan yang dibedakan
berdasarkan warna seperti diperlihatkan pada tabel berikut.

Tegangan Maju LED Standar arus maju LED standar adalah 20 mA. Oleh karena itu dalam penggunaan rangkaian elektronika LED biasanya dihubung seri dengan sebuah hambatan ( R ).

Fungsi dan Penggunaan Rangkaian Elektronika LED

Penggunaan LED dalam rangkaian elektronik LED dibagi dalam tiga kategori umum, yaitu

  • Sebagai lampu indikator,
  • Untuk transmisi sinyal cahaya yang dimodulasikan dalam suatu jarak tertentu,
  • Sebagai penggandeng rangkaian elektronik yang masing-masing terisolir secara total.

Jika LED digunakan sebagai indikator cahaya dalam suatu rangkaian arus bolak -balik, biasanya dihubungkan paralel dengan sebuah dioda penyearah secara terbalik (anti – parallel) seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Rangkaian Elektronika LEDNah, sekian dulu pembahasan kita mengenai rangkaian elektronika LED.  Semoga dengan membaca artikel ini Anda mendapatkan pencerahan.

Pengertian Dan Fungsi Induktor Dalam Dunia Elektronika

Pada postingan kali ini kita akan mengulas mengenai pengertian dan fungsi induktor dalam dunia elektronika Adapun pengertian induktor atau reaktor adalah sebuah komponen elektronika pasif (kebanyakan berbentuk  torus) yang dapat menyimpan energi pada  medan magnet  yang ditimbulkan oleh arus  listrik  yang  melintasinya.  Kemampuan  induktor  untuk  menyimpan  energi  magnet ditentukan  oleh  induktansinya,  dalam  satuan  Henry.  Biasanya  sebuah  induktor  adalah sebuah  kawat  penghantar  yang  dibentuk  menjadi  kumparan,  lilitan membantu  membuat medan magnet yang kuat di dalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday. Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses  arus bolak-balik.
Pengertian Dan Fungsi Induktor Sebuah induktor ideal memiliki induktansi, tetapi tanpa  resistansi atau kapasitansi, dan tidak memboroskan  daya.  Sebuah  induktor  pada  kenyataannya  merupakan  gabungan  dari induktansi, beberapa resistansi karena  resistivitas  kawat,  dan  beberapa  kapasitansi.  Pada suatu frekuensi, fungsi induktor dapat menjadi sirkuit resonansi karena kapasitas parasitnya. Selain memboroskan daya pada resistansi kawat, induktor berinti magnet juga memboroskan daya di dalam inti karena efek histeresis, dan pada arus tinggi mungkin mengalami nonlinearitas karena penjenuhan.

Pengertian Dan Fungsi InduktorFungsi Induktor

Fungsi induktor yang utama di dalam suatu rangkaian adalah untuk melawan fluktuasi arus yang melewatinya. Aplikasinya pada rangkaian DC salah satunya adalah untuk menghasilkan tegangan DC yang konstan terhadap fluktuasi beban arus. Pada aplikasi rangkaian AC, salah satu fungsi induktor adalah bisa untuk meredam perubahan fluktuasi arus yang tidak dinginkan. Akan lebih banyak lagi fungsi induktor yang bisa diaplikasikan, misalnya pada rangkaian filter, tuner dan sebagainya.

Induktor sering digunakan pada sirkuit analog dan pemroses sinyal.  Induktor berpasangan dengan  kondensator  dan  komponen  lain  membentuk  sirkuit  tertala.  Penggunaan  induktor bervariasi dari penggunaan induktor besar pada pencatu daya untuk menghilangkan dengung pencatu daya, hingga induktor kecil yang terpasang pada kabel untuk mencegah interferensi frekuensi  radio  untuk  dprd  melalui  kabel.  Kombinasi  induktor -kondensator  menjadi rangkaian tala dalam pemancar dan penerima radio. Dua induktor atau lebih yang terkopel secara magnetik membentuk transformator.

Induktor  digunakan  sebagai  penyimpan  energi  pada  beberapa  pencatu  daya  moda  sakelar. Induktor  dienergikan  selama  waktu  tertentu,  dan  dikuras  pada  sisa  siklus.  Perbandingan transfer  energi  ini  menentukan  tegangan  keluaran.  Reaktansi  induktif  XL ini  digunakan bersama  semikonduktor  aktif  untuk  menjaga  tegangan  dengan  akurat.  Induktor  juga digunakan dalam sistem transmisi listrik,  yang digunakan untuk mengikangkan paku -paku tegangan yang berasal dari petir, dan juga membatasi arus pensakelaran dan arus kesalahan. Dalam bidang ini, induktor sering disebut dengan reaktor. Induktor yang memiliki induktansi sangat tinggi dapat disimulasikan dengan menggunakan girator.

Fungsi induktor yang lainnya yakni menghasilkan medan magnetik apabila ada perubahan frekuensi/voltan (AC) dan voltan arus terus (DC) dan berfungsi sebagai rangkaian penapis frekuensi bersama-sama kapasitor.

Mengenal Komponen Dasar Elektronika

Mengenal Komponen Dasar Elektronika – Pengetahuan dasar bagi Anda yang ingin mengembangkan bakat dan hobby dalam dunia elektronika adalah dengan mengenal komponen-komponen elektronika.  Ada beberapa komponen dasar elektronika yang wajib dan harus Anda kenal serta pahami. Sebab tanpa Anda mengetahui komponen-komponen elektronika ini mustahil Anda bisa merancang, merakit maupun mereparasi benda-benda elektronika.

Pengertian Komponen Dasar Elektronika

Komponen dasar elektronika adalah alat atau barang yang menjadi bagian kecil dan mendasar (penting) yang mendukung terbentuknya sebuah sistem elektronika dalam sebuah rangkaian elektronika.   Komponen dasar elektronika ini nyaris selalu ada dan digunakan pada hampir setiap desain rangkaian.

Komponen Dasar ElektronikaJenis Komponen Dasar Elektronika

Pada prinsipnya, komponen dasar elektronika dibagi menjadi dua bagian, yakni komponen pasif dan komponen aktif.
1. Komponen Pasif
Komponen pasif adalah komponen dasar elektronika yang dalam pengoperasiannya tidak memerlukan sumber tegangan atau sumber arus tersendiri.
Adapun yang termasuk komponen pasif antara lain :
1.1.RESISTOR
Resistor  adalah  suatu  komponen  elektronika  yang  fungsinya  untuk  menghambat  arus listrik.
Resistor dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
1.1.1. Resistor Tetap
Resistor tetap adalah resistor yang memiliki nilai hambatan yang tetap. Resistor memiliki batas kemampuan daya misalnya : 1/16 watt, 1/8 watt, ¼ watt, ½ watt dsb.
1.1.2.  Resistor yang Tidak Tetap (Variabel)
Ialah  resistor  yang  nilai  hambatannya  atau  resistansinya  dapat  diubah-ubah. Jenisnya antara lain : hambatan geser, trimpot dan potensiometer. Yang banyak digunakan ialah trimpot dan potensimeter.
1.2.KAPASITOR
Kapasitor adalah suatu komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan  listrik  atau  energi  listrik.  Kemampuan  untuk  menyimpan  muatan  listrik  pada kapasitor disebut dengan kapasitansi atau kapasitas. Seperti halnya hambatan, kapasitor dapat dibagi menjadi :
1.2.1. Kapasitor Tetap
Kapasitor tetap merupakan kapasitor yang mempunyai nilai kapasitas yang tetap. Kapasitor dapat dibedakan dari bahan yang digunakan sebagai lapisan diantara lempeng-lempeng logam yang disebut dielektrikum. Dielektrikum  tersebut  dapat  berupa  keramik,  mika,  mylar,  kertas,  polyester ataupun film. Pada umumnya kapasitor yanng terbuat dari bahan di atas nilainya kurang dari 1 mikrofarad (1µF).
1.2.2. Kapasitor Tidak Tetap
Kapasitor  tidak  tetap  adalah  kapasitor  yang  memiliki  nilai  kapasitansi  atau kapasitas yang dapat diubah-ubah. Kapasitor ini terdiri dari :
a. Kapasitor Trimer
Kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat diubah-ubah dengan cara memutar porosnya dengan obeng.
b. Variabel Capasitor (Varco)
Kapasitor yang nilai kapasitansinya dapat diubah-ubah dengan memutar poros yang tersedia. (bentuk menyerupai potensiometer).
1.3.DIODA (PN Junction)
Dioda merupakan suatu semikonduktor yang hanya dapat menghantar arus listrik dan tegangan pada satu arah saja. Bahan pokok untuk pembuatan dioda adalah Germanium (Ge) dan Silikon/Silsilum (Si).
Dioda terdiri dari :
1.3.1. Dioda Kontak Titik
Dioda  ini  dipergunakan  untuk  mengubah  frekuensi  tinggi  menjadi  frekuensi rendah. Contoh tipe dari dioda ini misalnya; OA 70, OA 90 dan 1N 60.
1.3.2. Dioda Hubungan
Dioda ini dapat mengalirkan arus atau tegangan yang besar hanya satu arah. Dioda ini biasa digunakan untuk menyearahkan arus dan tegangan. Dioda ini memiliki tegangan maksimal dan arus maksimal, misalnya Dioda tipe
1N4001 ada 2 jenis yaitu yang berkapasitas 1A/50V dan 1A/100V.
1.3.3. Dioda Zener
Dioda Zener adalah dioda yang bekerja pada daerah breakdown atau pada daerah kerja reverse bias. Dioda ini banyak digunakan untuk pembatas tegangan.Tipe dari dioda zener dibedakan oleh tegangan pembatasnya. Misalnya 12 V, ini
berarti dioda  zener dapat membatasi tegangan yang lebih besar dari 12V atau menjadi 12V.
1.3.4. Dioda Pemancar Cahaya (LED)
LED adalah kepanjangan dari  Light Emitting Diode (Dioda Pemancar Cahaya). Dioda ini akan mengeluarkan cahaya bila diberi tegangan sebesar 1,8 V dengan arus  1,5  mA.  LED  banyak  digunakan  sebagai  lampu  indikator  dan  peraga
(display).
1.4.TRANSFORMATOR
Transformator disingkat dengan  Trafo. Trafo terdiri dari dua buah lilitan yaitu lilitan primer dan lilitan skunder. Trafo bekerja berdasarkan sistem perubahan gaya medan listrik, yang dapat digunakan untuk menaikan atau menurunkan tegangan listrik AC.
1.5.RELAY
Relay adalah saklar (switch) elektrik yang bekerja berdasarkan medan magnet. Relay terdiri dari suatu lilitan dan switch mekanik. Switch mekanik akan bergerak jika ada arus listrik yang mengalir melalui lilitan.
Susunan kontak pada relay adalah:
Normally Open : Relay akan menutup bila dialiri arus listrik.
Normally Close : Relay akan membuka bila dialiri arus listrik.
Changeover  : Relay  ini  memiliki  kontak  tengah  yang  akan  melepaskan  diri  dan membuat kontak lainnya berhubungan.
2. KOMPONEN AKTIF
Komponen  aktif  adalah  komponen dasar elektronika  yang  dalam  pengoperasiannya  memerlukan sumber arus atau sumber tegangan tersendiri.
Yang termasuk komponen aktif antara lain :
2.1. Transistor
Transistor memiliki dua jenis yaitu: Transistor Bipolar dan Transistor Unipolar. Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki dua persambungan kutub. Transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki satu buah persambungan kutub. Transistor biasa terdiri dari 3 buah kaki yang masing-masing diberi nama: emitor, basis dan kolektor.
2.2.THYRISTOR
Thyristor disebut juga dengan SCR ( Silicon Controlled Rectifier) dan banyak digunakan sebagai saklar elektronik. Thyristor ini akan bekerja atau menghantar arus listrik dari anoda ke katoda jika pada kaki gate diberi arus kearah katoda, karenanya kaki gate harus diberi tegangan positif terhadap katoda.
2.3.TRANDUCER
Tranducer adalah  pengoperasian kerja suatu rangkaian yang lebih mudah diukur atau dikendalikan oleh besaran listrik, yaitu tegangan dan arus dimana terjadi perubahan dari suatu besaran ke besaran lainnya.
Adapun komponen elektronika yang termasuk ke dalam tranducer ialah LDR (Light Dependent Resistance), NTC (Negative Temperature Coeffisient), dan PTC (Positive Temperature Coeffisient).

Dengan mengenal komponen dasar elektronika berarti Anda telah mempunyai dasar (fondasi) yang kuat dalam mempelajari dan menekuni dunia elektronika yang tak lepas dari pemakaian/penggunaan komponen-komponen elektronika tersebut.

Mengetahui Pengertian Dan Fungsi Transistor

Fungsi TransistorMengetahui Pengertian Dan Fungsi Transistor – Pengertian transistor adalah komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai tiga terminal berupa tiga elektroda (triode) yaitu dasar (basis), pengumpul (kolektor) dan pemancar (emitor). Transistor berasal dari kata transfer yang artinya pemindahan dan resistor yang berarti pengambat. Dengan demikian pengertian transistor dapat dikatakan sebagai pemindahan atau peralihan bahan setengah penghantar menjadi penghantar pada suhu tertentu.Transistor pertama kali ditemukan oleh William Shockley, John Barden, dan W. H Brattain pada tahun 1948. Mulai dipakai dalam praktek keilmuan pada tahun 1958.

Transistor termasuk komponen yang sangat penting dan dibutuhkan dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori, dan komponen-komponen lainnya.

Fungsi Transistor

Fungsi transistor bermacam-macam. Salah satu diantara fungsi transistor tersebut ialah sebagai kran listrik.  Berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.

Transistor termasuk komponen aktif sebab terbuat dari bahan semi konduktor (bersifat menghantar dan menahan arus listrik). Bahan  semi konduktor  ini  berasal  dari  bahan  atom  germanium,  Indium  dan  Arsenikum atau Silikon. Atom-atom ini sendiri termasuk bahan yang tidak mengalirkan arus  listrik,  jadi  termasuk  jenis  bahan  isolator  atau  resistor.  Setelah mengalami  proses  peleburan,  maka  terbentuklah  hasil  campuran  yang dinamai  P-N junction.  Bahan  campuran  ini  mempunyai  sifat  setengah menghantarkan  arus  listrik  atau  semikonduktor.  Itulah  sebabnya  hasil campuran  ini  sering  dinamai  semikonduktor.  Jadi  semikonduktor  atau transistor  ini  hasil  pencampuran  lagi  dari  jenis  P-N  junction dan  N-P junction.

Bila  dua  jenis  atom  P  dan  N junction digabungkan,  maka  terbentuklah bahan baru yang dinamai transistor.  Jadi transistor terbentuk dari bahan-bahan:

  • PN + NP menjadi PNP
  • NP + PN menjadi NPN
  • PN + PN menjadi PNPN

Semua Transistor mempunyai tiga kaki/terminal, yaitu Colector (C) Basis (B) Emitor (E).  Masing-masing kaki transistor tersebut mempunyai fungsi tersendiri dengan berbagai typenya.
Berikut fungsi transistor yang paling dominan
1. Sebagai perata arus.
2. Menahan sebagian arus.
3. Menguatkan arus.
4. Membangkitkan frekuensi rendah maupun tinggi.
5. Stabilisasi tegangan.
6. Penguat sinyal.
7. Penyambung (saklar).
8. Modulasi sinyal.

Mengetahui Fungsi Transistor Sebagai Saklar

Satu dari banyak fungsi transistor adalah transistor sebagai saklar. Transistor digunakan sebagai elemen saklar, dioperasikan dalam wilayah saturasi, menghasilkan dalam drop tegangan kondisi-ON yang rendah.   Kecepatan pensaklaran transistor modern lebih tinggi daripada thyristor dan transistor tersebut sering dipakai dalam konverter DC-DC dan DC-AC, dengan diode terhubung paralel terbalik untuk menghasilkan aliran arus dua  arah.  Meskipun begitu, tingkat tegangan dan arusnya lebih rendah daripada thyristor dan  transistor  secara normal digunakan dalam aplikasi daya rendah sampai menengah.

Fungsi Transistor Sebagai Saklar

Pada  umumnya  transistor  berfungsi  sebagai  suatu saklar (kontak  on-off).  Adapun kerja transistor yang berfungsi sebagai saklar ini, selalu berada pada daerah jenuh (saturasi) dan daerah cut off. Dengan memanfaatkan karakteristik transistor emitor bersama,  pada kondisi saturasi (jenuh) dan keadaan cut-off (mati) maka transistor dapat   dijadikan saklar dengan pemutus dan penyambungnya berupa (tegangan pada basisnya).
Perhatikan rangkaian sebagai berikut :

Transistor Sebagai Saklar Posisi ONTransistor Sebagai saklar Posisi OFFTransistor bipolar dapat difungsikan sebagai saklar elektronika dengan memanfaatkan dua keadaan transistor yaitu keadaan saturasi (sebagai saklar tertutup) dan keadaan cut off (sebagai saklar terbuka).

Pada saat saturasi maka arus kolektor adalah

Transistor Sebagai Saklar 1
Pada saat cut off tegangan kolektor emitter sama dengan 

Transistor Sebagai Saklar 2
Pada saat cut off tegangan kolektor emitter sama dengan tegangan sumber kolektor dan arus basis mendekati nol.

Selain fungsi transistor sebagai saklar, transistor juga dapat berfungsi sebagai penguat. Transistor yang digunakan sebagai penguat ini akan bekerja di titik Q atau juga di keadaan kerja transistornya. Diantara kondisi cut-off dan kondisi jenuh itulah titik Q itu berada dan membuat transisor berfungsi sebagai penguat.

Kekurangan Dan Kelebihan Transistor Sebagai Saklar

  • Kekurangan

Kekurangan dari transistor sebagai saklar (saklar transistor) adalah arus beban yang dapat bertahan disaklarkan itu jumlahnya kecil. Dengan demikian maka beban yang sesuai haruslah terlebih dahulu dipilih dengan baik. Bila tidak dipilah maka resiko terjadinya kerusakan transistor akan besar, akibat dari berlebihnya dispasi daya yang ada.

  • Kelebihan

Jika transistor digunakan sebagai saklar, yaitu dapat difungsikan menjadi saklar dengan sangat cepat dan tidak adanya bouncing sebagaimana biasanya terjadi pada pensaklaran mekanik yang memakai relay. Transistor ini sesuai untuk pensaklaran pada rangkaian digital yang membutuhkan suplai tegangan yang kecil, keakuratan dan kecepatan disebabkan tidak memakai alat-alat mekanik seperti pada saklar umumnya.

Semoga setelah Anda membaca tulisan ini, Anda menjadi mengetahui tentang fungsi transistor sebagai saklar.